Tentang Kami

History

Pada 31 Maret 1986, Pelni resmi mendirikan PT Sarana Bandar Nasional (SBN). Bisnis utama SBN di awal pendiriannya adalah menyediakan jasa bongkar muat barang dari dan ke kapal milik induk perusahaan maupun kapal-kapal perusahaan lain.

Jasa tersebut meliputi kegiatan stevedoring, cargodoring, dan receiving delivery. Stevedoring adalah kegiatan pembongkaran barang dari dan ke kapal. Sedangkan cargodoring merupakan kegiatan mengeluarkan dan mengangkut barang dari dermaga ke lapangan penumpukan barang di gudang dan sebaliknya.

Sedangkan receiving delivery adalah kegiatan penerimaan dan penyerahan barang dari gudang atau lapangan penumpukan barang. Lalu menyusunnya ke atas kendaraan pengangkut untuk seterusnya disampaikan kepada penerima.

Muatan yang dilayani perusahaan antara lain kontainer, kargo, general cargo, pupuk curah, semen, kendaraan, alat berat, dan sejenisnya. Selain itu, perusahaan juga melayani bongkar muat yang berbentuk bag cargo seperti beras, pupuk, terigu dan sejenis. SBN pun memberikan jasa bongkar muat untuk paletize cargo seperti plywood atau keramik. Di samping itu, SBN juga membongkar muatan curah kering seperti batu bara dan nikel serta curah cair seperti minyak kelapa sawit (CPO).

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak perusahaan yang masuk ke dalam bisnis bongkar muat ini, sehingga ekspansi usaha mau tidak mau harus dilakukan. SBN pun akhirnya bergerak pada bisnis Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL).

Bisnis ini dinilai memiliki potensi yang luar biasa besar. Semakin hari, semakin banyak pelanggan jasa transportasi barang yang tidak mau repot-repot mengantarkan barangnya langsung ke pelabuhan. Mereka menuntut kepraktisan, sebuah layanan dari pintu ke pintu. Tren ini hanya bisa dijawab dengan EMKL, namun tak banyak perusahaan yang mampu menyediakan fasilitas semacam itu.

EMKL sebenarnya bukan bisnis baru bagi Pelni. Sudah sejak lama Pelni mengantongi izin melakukan usaha tersebut. Pelni bahkan memiliih sebuah divisi khusus yang melayani EMKL. Meskipun demikian, agar bisnis ini bisa digarap lebih optimal, Pelni kemudian memindahkan ‘fisik’ usaha EMKL ke SBN. Pada 1998 SBN pun mengembangkan EMKL yang saat ini menjadi usaha penunjang dari kegiatan bisnis utama perusahaan.

Meskipun memiliki portofolio usaha baru, SBN tidak lantas meninggalkan bisnis utama perseroan yaitu bongkar muat. Walaupun tak semenggiurkan seperti saat SBN didirikan, bisnis ini tetap harus dijaga keberlangsungannya.

Di samping itu, dengan berkembangnya bisnis perusahaan, pada 2013 PT  SBN mendirikan dua anak perusahaan di bidang angkutan multimoda dan kepelabuhanan. Dua perusahaan tersebut diharapkan mampu meraup pangsa pasar logistik tanah air yang masih terbuka luas. Selain di bidang logistik, PT SBN juga sedang mengembangkan bisnis retail dengan branding Pelni Mart.